DATAPOST.ID MEDAN — Adanya dugaan ‘permainan’ dalam proses penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 4000 pack yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Taruna Agung Abadi, di Kecamatan Medan Marelan, semakin menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan di Kota Medan.

Gimana tidak, disaat MBG di Indonesia menjadi sorotan publik karena adanya isu tentang keracunan, SPPG yang menjadi penyalur MBG se-Kecamatan Medan Marelan ini malah disinyalir melakukan ‘permainan’ dalam proses Penyalurannya.

Wakil Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik (JPKP), Syawal Lubis, sangat menyayangkan dugaan adanya ‘permainan’ dalam penyaluran MBG tersebut. Untuk itu, dia meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut.

Baca Juga :  Bagi Pedagang Yang Akan Menempati Pasar Baru Panyabungan, Ini Persyaratannya!

“Jika benar terjadi dugaan tersebut, maka kita dengan tegas meminta agar BGN untuk segera mengganti SPPG tersebut. Dan kita siap mengawal proses penyaluran MBG di Medan Marelan. Bahkan diseluruh Kecamatan di Kota Medan”, katanya, Jumat (03/10/2025).

Dia juga menegaskan, pihaknya segera melakukan investigasi untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan adanya dugaan ‘permainan’ tersebut.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Belawan Daniel Barus, dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya segera mempelajari persoalan tersebut.

“Terma kasih atas informasinya bg,segera akan kami pelajari.🙏🏻,” kata Daniel Barus, Senin (29/9/25).

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Taruna Agung Abadi dipercaya mengelola 4.000 pax makanan untuk ribuan pelajar ini. Yayasan disebut dikelola Hafif ini lah yang mengelola SPPG terletak di Jalan Kapten Rahmad Budin Gang Jambu Kel. Rengas Pulau itu.

Baca Juga :  Optimis Tembakau Deli Kembali Bangkit, Capaian Target Produksi Bisa 14 Ton di Panen Perdana

Informasi diperoleh, dugaan masalah higienis dan mutu makanan menjadi sorotan masyarakat atas pengelolaan MBG untuk 4.000 pelajar yang dikelola di SPPG Yayasan Taruna Agung Abadi. Hingga hal ini harus mendapat perhatian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan.

Sumber media, Selasa (23/9/2025) menyebutkan, beberapa kali sajian MBG ke Pelajar mutu lauknya diduga rendah dan keraguan higienis menjadi sorotan bagi beberapa Wali Murid. Isu beredar, ada pelajar yang dilarang orangtuanya menerima MBG.

Adapun sekolah yng menerima MBG dari SPPG Yayasan Taruna Agung Abadi di Kecamatan Medan Marelan ialah, SDN 060954, SDN Inpres, SMPN 20 Medan, SMP PGRI Marelan, SMAN 16 Medan dan SMA PGRI Marelan serta beberapa sekolah lain yang berada di Kecamatan Medan Marelan.

Baca Juga :  Lilik Riadi Dalimunthe Resmi Pimpin Forum Pemred SMSI Sumut Periode 2026--2030 : Perkuat Profesionalisme Pers Siber

Ayo baca berita datapost.id dan follow kami di Google News