MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID -Pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) di Masjid Nurul Iman Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terbengkalai dan diduga kuat syarat korupsi.

Pasalnya, pembangunan MCK ini telah berjalan hampir satu tahun sumber dana hibah dari Provinsi sebesar Rp400 juta pada tahun 2024,  namun hingga saat ini pembangunannya masih terbengkalai.

Informasi langsung yang diterima wartawan ketika investigasi ke masyarakat Desa Huta Tinggi mengaku sangat kecewa, dan menduga ada penyelewengan dana untuk bantuan Mesjid mereka.

“Dananya kan cukup untuk membangun MCK itu, namun kenapa cuma separuh yang siap, dan separuh lagi tak kunjung dikerjakan hingga hari ini,” Ucap salah satu warga yang ditemui dilokasi Masjid kesal.

Baca Juga :  Terkait Pengaktifan Sekolah Di Sitaul-Taul, Camat Kotanopan Akan Koordinasi Dengan Korwil Dan Kades Singengu

Selain itu, menurut warga lain, keterlambatan pembangunan MCK Masjid itu diduga akibat adanya penyalahgunaan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Padahal kata warga, mereka sudah pernah meminta pihak BKM untuk segera menyampaikan rincian penggunaan dana pembangunan MCK Mesjid itu agar transparansi, namun tak kunjung direalisasikan.

“Pernah kita usulkan untuk merinci semua anggarannya, untuk memastikan tekerbukaan informasi, karena setahu kami bangunan yang dikerjakan itu anggarannya tidak sampai 400 juta,”ucap warga.

Warga pun mengaku khawatir, sebab tanpa adanya keterbukaan informasi yang memadai, warga curiga adanya penyalahgunaan dana.

Sementara, menurut pengakuan Kepala Desa Huta Tinggi, Muhammad Taufik yang dikonfirmasi mengakui jika dana bantuan sebesar Rp400 juta tersebut telah habis digunakan untuk pembangunan MCK itu.

Baca Juga :  Pembangunan Lapas Panyabungan, Hasan Basri : Secara Peraturan Ilegal

“Dananya cuma mencukupi segitu, ukuran dari awal itu sudah di perbesar dari sebelumnya, dan anggarannya sudah habis, namun masih ada niat kami untuk mengecat bangunan itu, tapi setelah selesai urusannya semua,” terangnya kepada wartawan, Minggu (08/06/2025).

Pengakuan dari Kades Huta tinggi, Muhammad Taufik, anggaran dana Hibah untuk pembangunan Mesjid mereka digiring oleh salah satu anggota DPRD Provinsi dari fraksi Partai Hanura. (Basid)