MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh, SIK mengajak semua pihak dan elemen untuk aktif menjaga perusakan lingkungan yang diakibatkan aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Hal itu ditegaskan orang nomor satu Polres Madina itu ketika melakukan penertiban PETI kecamatan Kotanopan untuk kesekian kalinya, Jum’at (17/01/2025) dari lokasi tambang.

Pria kelahiran Binjai 1981 itu pun menuturkan, melihat aktifnya ketua-ketua pemuda dan ormas menyoroti PETI saat ini sudah seharusnya juga hadir saat penertiban ini, dan bersama Polri serta pemerintah setempat untuk menjaga agar kegiatan ini tidak beraktifitas lagi kedepan.

“Melihat aktifnya ketua-ketua pemuda dan ormas menyoroti aktifitas PETI ini, sudah seharusnya mereka juga hadir disini ketika kita melakukan penertiban,”ungkap Alumni Akpol 2005 ini didampingi TNI dan beberapa kepala OPD dari Pemkab Madina.

Baca Juga :  Hakimah Bantah Kampayekan Harun di Kantor Bawaslu Madina

Masyarakat Harus Kompak 

Tak hanya itu, Arie juga menegaskan seluruh masyarakat Kecamatan Kotanopan harus kompak agar perusakan lingkungan dengan aktifitas PETI menggunakan alat berat ekskavator ini tidak lagi beroperasi.

“Penertiban perusakan lingkungan ini bukan hanya tanggungjawab Polri, TNI atau pemerintah melainkan tanggungjawab kita semua untuk menjaga. Maka untuk kedepan kita akan aktif membuat posko di polsek Kotanopan,”sebutnya.

Dan sambungnya, nanti akan ada dilakukan pengontrolan yang aktif terkait PETI ini. Masyarakat pun harus aktif melaporkan apabila ada kegiatan PETI itu bermain lagi.

“Kedepan saya tekankan tidak akan ada lagi aktifitas PETI dikecamatan Kotanopan ini. Dan saya optimis eks lahan tambang ini akan kita tanami jagung untuk mendukung program astacita presiden Prabowo,”pungkasnya.

Baca Juga :  Sidang Paripurna Peringatan HUT Ke-25 Madina 'Dihiasi' Bangku Kosong

Tidak Ada Alat Berat PETI diamankan

Sebelumnya pantauan wartawan, Kapolres Madina, AKBP Arie Sopandi Paloh, SIK bersama perwakilan TNI dan Pemkab Madina telah melakukan sweeping dan pemusnahan alat cuci emas dengan cara dibakar.

Hanya saja, dalam penertiban PETI ini tidak ada satu unit alat berat Ekskavator pun yang berhasil diamankan. Padahal, dari informasi yang dihimpun wartawan dari masyarakat, kurang lebih ada belasan ekskavtaor yang beroperasi siang dan malam lokasi Jambur Tarutung pasar kotanopan, DAS Aek Kapesong dan lapangan manja Kotanopan.

Lalu untuk mafia tambang yang bermain yaitu berinisial P, seorang kepala desa (Kades) inisial G, H dan B serta lain sebagainya. (*)

Baca Juga :  Diduga Preman, Tim Polda Sumut Dihadang 12 OTK Saat Sita Eksvator PETI Di Madina