Ringkasan Berita: 

• Proyek pengecoran beton Jalan Gambas Kecamatan Kisaran Timur senilai Rp 197,9 juta yang dikelola Dinas PUTR Asahan menjadi sorotan setelah diduga dikerjakan saat hujan pada Senin (02/11).

• Pekerjaan cor beton berisiko mengalami penurunan mutu jika terkena air hujan secara langsung.

• Kepala Dinas PUTR Asahan menyatakan pihaknya akan menegur kontraktor agar tidak bekerja saat hujan, namun pemeriksaan terhadap hasil cor yang sudah terpasang belum dijelaskan lebih lanjut.



DATAPOST.ID | ASAHAN — Pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Asahan kembali menjadi sorotan. Kali ini, pekerjaan cor beton Jalan Gambas, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan TA. 2026, menuai kekhawatiran terkait mutu serta daya tahan jalan tersebut nantinya, dan pertanyaan terhadap pengawasan pekerjaan.

Baca Juga : 

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (02/11/2026), aktivitas pengerjaan pengecoran beton pada proyek tersebut diduga tetap berlangsung di tengah kondisi hujan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas hasil pekerjaan, mengingat pengecoran beton membutuhkan pengendalian teknis yang ketat agar mutu dan kekuatannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan, dengan nilai kontrak Rp197.940.140 yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Adapun perusahaan pelaksana tercantum atas nama CV Cahaya Abadi Berkah, dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.

Pelaksanaan pengecoran beton ketika hujan sebenarnya tidak serta-merta dilarang. Namun, pekerjaan tersebut harus memperhatikan kondisi cuaca dan perlindungan terhadap mutu beton. Apabila air hujan masuk ke dalam campuran beton atau mengikis permukaan beton yang belum mengeras, hal itu berpotensi memengaruhi kualitas hasil pekerjaan.

Baca Juga :  Yayasan Pendidikan Ash Shofa Sembelih 6 Ekor Lembu, Warga : Alhamdulillah, Semoga Ash Shofa Semakin Maju dan Jaya

Persoalan ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Sebab, proyek yang menelan anggaran hampir Rp 200 juta tersebut menggunakan uang rakyat dan harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas serta memiliki daya tahan sesuai perencanaan.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026) mengenai persoalan tersebut mengatakan akan menegur untuk tidak dikerjakan saat hujan.

” ia, akan ditegur untuk tidak kerja saat hujan,” Tulisnya singkat melalui pesan WhatApp. (Dicky)

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News