Lapas Pancur Batu Luncurkan Program “Menyala Impalku”, Bekali WBP Keterampilan Cuci Kendaraan
Ringkasan Berita:
• Lapas Kelas IIA Pancur Batu meluncurkan program pembinaan keterampilan kerja bernama “Menyala Impalku” berupa pelatihan pencucian kendaraan bagi warga binaan pada Kamis (22‑10‑2026).
• Program ini bertujuan membekali keahlian kerja, menumbuhkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan warga binaan agar dapat hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
• Kepala Lapas menyatakan masa pembinaan adalah kesempatan untuk berubah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
DATAPOST.ID | PANCUR BATU — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pancur Batu meluncurkan program pembinaan keterampilan kerja bernama “Menyala Impalku” berupa pelatihan jasa pencucian kendaraan atau doorsmeer bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (22/10/2026).
Program ini digelar untuk membekali keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri warga binaan agar dapat hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
Program “Menyala Impalku” merupakan salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang dikembangkan pihak Lapas Pancur Batu untuk menggali potensi warga binaan selama masa pembinaan.
Dalam pelatihan doorsmeer tersebut, peserta mempelajari teknik pelayanan pencucian kendaraan, pengoperasian peralatan kerja, penerapan kebersihan lingkungan, serta pembiasaan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu Tribowo, Amd.IP., S.Sos., M.Si., menyatakan pembinaan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis semata.
“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berubah, dan tekad warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masa menjalani pidana bukanlah akhir perjalanan hidup, melainkan kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan langkah baru.
Program ini bertujuan agar setiap warga binaan memiliki bekal usaha atau keahlian untuk mencari pekerjaan saat kembali ke tengah masyarakat.
Pihak Lapas Kelas IIA Pancur Batu berharap melalui program “Menyala Impalku”, seluruh warga binaan dapat terus mengasah keterampilan dan semangat agar nantinya kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar. (Red)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan