Kampus Menembus Samudra Hindia: UIN SU Medan Terima Dua Mahasiswa Asing Asal Komoro
Ringkasan Berita:
• UIN Sumatera Utara (UIN SU) Medan resmi menerima dua mahasiswa asing baru dari negara Komoro, yaitu Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin, yang tiba di Bandara Kualanamu pada Minggu (4/10/2026).
• Keduanya memilih UIN SU sebagai tempat studi karena reputasi kampus dan keramahan masyarakat Indonesia.
• Muhammad menempuh Ilmu Komputer, sedangkan Yusuf memilih Ekonomi Islam.
• Kepala Pusat Layanan Internasional (Kapuslain) UIN SU, Prof. Dr. H. Ansari Yamamah, MA menyebutkan kedua mahasiswa ini mendapat beasiswa dan akan menjalani masa adaptasi selama satu bulan sebelum masuk perkuliahan.
• Kedatangan mereka menandai perluasan jejaring UIN SU tidak hanya ke Asia Tenggara, tetapi hingga wilayah Samudra Hindia dan Afrika.
DATAPOST.ID | MEDAN — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan kembali memperkuat kehadirannya di peta pendidikan global dengan menerima dua orang mahasiswa asing asal negara Komoro yang resmi bergabung pada awal tahun ajaran baru ini. Kedatangan keduanya menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kualitas akademik dan pelayanan kampus UIN SU Medan.
Negara Komoro yang merupakan negara kepulauan di wilayah Samudra Hindia, berbatasan laut dengan Madagaskar, Mayotte, Tanzania, Mozambik, dan Seychelles, dikenal sebagai negara Arab terkecil kedua setelah Bahrain dengan ibu kota Moroni. Dari negeri inilah kedua mahasiswa tersebut berangkat menuju Kota Medan.
Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 11.30 WIB setelah menempuh perjalanan udara lebih dari 14 jam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Pusat Layanan Internasional (Kapuslain) UIN SU, Prof. Ansari Yamamah, sebelum kemudian menempati Wisma Syari’ah UIN SU di Kampus I, Jalan Sutomo, Medan.
“Alhamdulillah kami sudah tiba di Medan, setelah menempuh perjalanan udara lebih dari 14 jam, dan tiba di Bandara Kualanamu pukul 11.30 WIB dan dijemput Prof. Ansari. Ini pertama kalinya kami berkunjung ke Kota Medan dan disambut hangat penuh haru, terima kasih atas penerimaannya,” ujar Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin kepada media, menyampaikan kesan pertamanya dalam bahasa Inggris.
Keduanya menjelaskan bahwa pemilihan UIN SU sebagai tempat melanjutkan studi bukan tanpa alasan. Melalui penelusuran informasi di internet, mereka menemukan bahwa UIN SU merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam terbaik di Sumatera Utara, ditambah dengan citra masyarakat Indonesia yang dikenal bersahabat — kesan yang langsung mereka rasakan sejak mendarat di Kualanamu.
“Alasan utama kami pilih UIN SU, sebab berdasarkan informasi melalui pencarian di internet, UIN SU salah satu PTN Islam terbaik di Sumatera Utara dan budaya masyarakat Indonesia yang bersahabat. Itu terlihat saat kami tiba di sini, layanan sangat baik. Tentu ke depannya sebelum memasuki perkuliahan, kami harus beradaptasi dengan lingkungan kampus dan lingkungan sosial tempat kami beraktivitas nantinya,” tambah Yusuf.
Muhammad Abdallah terdaftar di Fakultas Sains dan Teknologi mengambil Program Studi Ilmu Komputer, sementara Yusuf Imanuddin menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan jurusan Ekonomi Islam.
Kepala Pusat Layanan Internasional (Kapuslain) UIN SU, Prof. Dr. H. Ansari Yamamah, MA, menyampaikan bahwa sebelum masuk ke perkuliahan resmi, kedua mahasiswa ini akan menjalani masa penyesuaian selama satu bulan. Mereka akan dibimbing beradaptasi dengan budaya akademik, lingkungan sosial, serta kemampuan berbahasa Indonesia.
“Mereka nantinya menjalani proses adaptasi dengan lingkungan baru serta diperkenalkan budaya akademik dan belajar bahasa Indonesia standar keseharian. Insya Allah satu bulan ini keduanya sudah bisa menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan baru di fakultasnya masing-masing,” ujar Prof. Ansari.
Lebih jauh, Prof. Ansari yang juga pendiri Islam Transitif mengungkapkan kedua mahasiswa ini mendapatkan beasiswa penuh selama masa studi. Ia berharap lulusan dari Komoro ini kelak menjadi duta dan penggerak promosi UIN SU di negara asalnya, sehingga semakin banyak putra-putri Komoro tertarik melanjutkan pendidikan di UIN SU.
“Kita senang, saat ini UIN SU bukan saja dikenal di kawasan ASEAN terutama dari Malaysia dan Thailand, kini sudah menjangkau hingga ke wilayah Samudra Hindia. Jejaring global UIN SU sudah mampu menembus bagian dari Afrika. Ke depannya kita berharap semakin banyak lagi putra-putri berbagai negara yang melanjutkan studinya di UIN SU,” tegas Prof. Ansari.
Kedatangan Muhammad Abdallah dan Yusuf Imanuddin diharapkan menjadi awal kerjasama pendidikan yang berkelanjutan antara UIN SU dan lembaga pendidikan di negara Komoro, sekaligus memperkokoh posisi UIN SU sebagai kampus Islam yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing global. (AS)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan