Maulid Nabi 1448 H di Lapas Pancur Batu: Tanamkan Akhlak Rasulullah bagi Warga Binaan
Ringkasan Berita:
• Lapas Kelas IIA Pancur Batu memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada 31 Agustus 2026 sebagai bagian dari pembinaan kerohanian warga binaan.
• Kepala Lapas Tribowo mengajak seluruh peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW, sementara Ustadz Ramadhan Ariga menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Nabi sebagai suri teladan dan memperbanyak shalawat.
• Kegiatan ini diharapkan memperkuat keimanan dan membentuk karakter warga binaan sebagai bekal kembali bermasyarakat.
DATAPOST.ID | PANCUR BATU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Senin, 31 Agustus 2026, di Masjid At-Taubah lingkungan Lapas.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Lapas, jajaran petugas, dan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian untuk memperkuat nilai keimanan dan akhlak.
Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Tribowo, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran dan warga binaan mengambil hikmah perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Ia menekankan pentingnya menerapkan nilai kejujuran, amanah, kesabaran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati sebagai bekal kehidupan, baik di dalam lingkungan pemasyarakatan maupun kelak kembali ke masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Tribowo.
Suasana berlangsung penuh kekhidmatan saat Ustadz Ramadhan Ariga, S.H.I., M.H., menyampaikan tausiyah. Beliau mengajak seluruh jamaah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah atau suri teladan terbaik.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Ramadhan juga mengingatkan keutamaan memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, yang dapat dilantunkan dengan berbagai irama budaya daerah selama bacaan dan maknanya tetap terjaga.
Peringatan ini diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan memberi dampak nyata dalam pembentukan karakter dan akhlak warga binaan.
Nilai-nilai keagamaan menjadi bekal penting dalam proses pembinaan serta persiapan mereka kembali ke tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Lapas Kelas IIA Pancur Batu berkomitmen terus menghadirkan pembinaan kerohanian sebagai pilar utama pembinaan kepribadian warga binaan. (Red)
Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan