“Skandal Anggaran Rp4,3 Miliar di RS Jiwa Prof. Ildrem: PB ALAMP AKSI Soroti Penyimpangan Proyek Gedung Baru dan Desak Penegak Hukum Usut Tuntas serta Copot Direktur”

DATAPOST.ID | MEDAN – Aroma rasuah kembali mencoreng wajah birokrasi di Sumatera Utara, kali ini menyasar sektor pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan, justru berubah menjadi ladang penggerogotan keuangan negara.

Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Selasa (2/6/2026), untuk membongkar dugaan korupsi masif pada proyek pembangunan Gedung Baru Rawat Inap Medis Umum di UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem.

Proyek yang memiliki pagu anggaran fantastis mencapai Rp4.325.000.000,00 dan dikerjakan oleh rekanan CV. Yudha Pratama tersebut diduga kuat sarat dengan berbagai penyimpangan.

Berdasarkan data yang dihimpun massa aksi, pengerjaan proyek ini dinilai tidak sesuai spesifikasi, minim kualitas, dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara yang sangat besar.

Baca Juga :  Dinilai Lamban, Komandan Madina Soroti Kinerja Inspektorat Madina

Alih-alih membangun fasilitas layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat, oknum pejabat justru dituduh melakukan “aksi gila” dengan memperkaya diri sendiri di atas penderitaan hak rakyat.

Dipimpin langsung oleh Koordinator Aksi, Doni Kurniawan, serta didampingi Koordinator Lapangan, Hardiansyah Putra, massa aksi berkumpul membawa spanduk bertuliskan tuntutan tegas.

Dalam orasi berapi-api di hadapan petugas keamanan, Doni Kurniawan menegaskan bahwa korupsi di sektor publik merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang menghancurkan masa depan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah dengan praktik kotor para mafia anggaran. Proyek miliaran rupiah di rumah sakit jiwa ini harus segera diusut tuntas. Jangan biarkan oknum pejabat dan rekanan saling bersekongkol menggarong uang rakyat, sementara fasilitas kesehatan yang menjadi hak masyarakat dibangun asal jadi. Ini adalah aksi gila yang tidak bisa dibiarkan begitu saja!” tegas Doni Kurniawan di tengah barisan massa.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Gedung Kejatisu, Prabowo Mania 08 : Kadis PUPR Sumut Terkesan Menentang Kebijakan Presiden

Merespons dugaan kejahatan terstruktur yang dinilai sangat merugikan ini, PB ALAMP AKSI secara resmi menyampaikan 4 Tuntutan Utama kepada aparat penegak hukum dan pemerintah provinsi, yaitu:

1. Mendesak Polda Sumut dan Kejati Sumut untuk segera melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas mega-skandal dugaan korupsi pada proyek pembangunan Gedung Rawat Inap di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem beserta seluruh aliran dananya.

2. Meminta penegak hukum segera memanggil dan memeriksa Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem guna mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatannya dalam perencanaan dan pengawasan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

3. Memanggil dan memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta pihak rekanan pelaksana proyek, CV. Yudha Pratama, untuk menguji keabsahan proses lelang, spesifikasi teknis, dan realisasi pekerjaan yang diduga menyimpang.

Baca Juga :  Kanwil Kemenagsu Gelar Penataan dan Penugasan Penyuluh Agama dan Guru PPPK Formasi 2022-2023

4. Mendesak Gubernur Sumatera Utara mengambil tindakan tegas dengan segera mencopot Direktur UPTD RS Jiwa Prof. Ildrem dari jabatannya. Langkah ini dinilai mutlak diperlukan demi menjaga marwah institusi pelayanan publik dan mencegah upaya penghalang-halangan proses hukum.

Doni Kurniawan menegaskan, kehadiran mahasiswa dan pemuda dalam aksi ini adalah bentuk kontrol sosial yang tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan bahwa anggaran negara adalah uang rakyat yang harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan terbaik, bukan dikorupsi.

“Kami pastikan, PB ALAMP AKSI akan terus mengawal kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jika Kejati Sumut dan Polda Sumut lambat merespons atau sekadar main-main dalam menangani laporan ini, kami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan membawa massa yang jauh lebih besar dan lebih masif lagi,” pungkasnya memberikan ultimatum tegas. (***)

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News