Ringkasan Berita:

Lokasi & Kegiatan: Panen Raya MT-I 2026 digelar di Desa Baderan, Ngawi, Jawa Timur.
Target Utama: BULOG menargetkan penyerapan gabah/beras setara 4 juta ton sepanjang tahun 2026.
Kondisi Stok: Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 3 April 2026 tercatat aman di angka 4,4 juta ton.
Harga Gabah: Harga di lapangan tercatat berada di atas HPP, menjamin kesejahteraan petani.
Kunci Sukses: Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, dan petani.

===================================

DATAPOST.ID NGAWI – Perum BULOG terus memperkuat komitmen dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Musim Tanam Pertama tahun 2026. Acara digelar di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (04/04/2026).

Baca Juga :  Tomsi Tohir: Kenaikan Insidentil Komoditas Tertentu Perlu Dicek untuk Cegah Inflasi

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung memantau kegiatan ini guna memastikan kesiapan dalam mencapai target penyerapan gabah dan beras setara 4 juta ton sesuai penugasan pemerintah.

“Hari ini kita hadir melakukan panen di Ngawi untuk memastikan bahwa capaian target 4 juta ton ke depan harus benar-benar terwujud sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Rizal.

Ia menegaskan keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada kolaborasi solid lintas sektor, mulai dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga petani dan pelaku usaha penggilingan padi.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal mengungkapkan bahwa posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG per 3 April 2026 telah mencapai sekitar 4,4 juta ton. Capaian ini dinilai sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Baca Juga :  Karaoke Manekineko Opens Fourth Branch at Future Park Rangsit – Bringing Joy to Rangsit on November 30, 2024!

“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.

BULOG juga memastikan perlindungan harga bagi petani. Berdasarkan dialog langsung di lapangan, harga gabah yang diterima petani saat ini bahkan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Ini penting untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat dan nilai tukar petani tetap terjaga,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, jajaran manajemen BULOG, Forkopimda, serta para petani setempat, menandakan sinergi yang kuat untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News