DATAPOST.ID MEDAN — Kementerian Agama memiliki satuan kerja (satker) dan aparatur terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Agama memiliki tugas yang sangat strategis di bidang pemberdayaan kemasyarakatan.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Raden Muhammad Syafi’i saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Kanwil Kemenagsu, Kamis (20/02/2025) di Medan.

“Kita punya satker dan aparatur terbanyak di Indonesia. Itu sebabnya kita punya tugas strategis,” ujar Romo dihadapan jajaran Kanwil Kemenagsu.

Romo, panggilan akrabnya, menjelaskan Kementerian Agama RI memiliki madrasah, kampus, penyuluh agama, penghulu dan jajaran lainnya yang tersebar di Indonesia.

“Semua program kerja kita itu bersentuhan langsung berkaitan dengan hati sanubari rakyat, sosial kemasyarakatan, dan program-program inovasi lainnya. Ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya

Hadir dalam Raker yang diselenggarakan di aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kakanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi, Kakan Kemenag kabupaten/kota se-Sumatera Utara, pimpinan madrasah dan jajaran Kanwil Kemenagsu, antara lain Kepala Tim Humas, Dokumentasi dan Informasi (HDI) Mulia Banurea.

Baca Juga :  HBP Ke-60, Kakanwil Kemenkumham Sumut Buka Pertandingan POP : Olahraga Tidak Hanya Mengukir Prestasi, Bisa Mempererat Kebersamaan dan Kekompakan

Romo juga menginginkan Kanwil Kemenag Sumut dan jajarannya di setiap tingkatan (kabupaten/kota) mampu melahirkan program-program unggulan terbaru yang inovatif secara berkesinambungan.

“Negeri ini butuh kedamaian. Di sinilah tugas Kemenag dengan program terbaru dan inovatif di tengah masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Romo juga mengapresiasi pernyataan Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi dalam arahannya pada rapat kerja hari itu yang dinilainya memiliki nilai filosofi dalam menunjang etos kerja yakni ‘Nelayan yang tangguh tidak lahir dari air yang tenang, tapi terlahir di tengah ombak yang besar dan penuh guncangan’.

“Filosofi ini sangat saya apresiasi. Ini menunjang etos kerja kita,” sebut mantan politisi yang pernah duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Medan, provinsi dan pusat.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Periksa Dirut PT Sritex Bersama 11 Orang Saksi Terkait Perkara Pemberian Kredit Macet

Filosofi Ahmad Qosbi ini ternyata sejalan dengan program Presiden Prabowo di bidang efisiensi anggaran.

“Pimpinan memiliki program kerja unggulan dengan pendanaan yang cukup itu hal yang biasa. Tapi menjadi hal yang luar biasa di mana pendanaan kurang, pimpinan mampu menciptakan program-program unggulan. Saya memahami filosofi pak Ahmad Qosbi seperti itu,” katanya.

Efisien anggaran yang dilakukan pemerintah pusat saat ini, sebut Romo, substansinya untuk menutupi utang negara yang kini di atas Rp2000 triliun.

Dari hasil efisiensi (penghematan) itu terpangkas dana pengeluaran sebesar Rp750 triliun. Dengan begitu, dana yang ada tersebut dapat dimanfaatkan mencicil utang pokok luar negeri dan memanfaatkannya untuk program-program prioritas Presiden Prabowo dalam kepemimpinannya.

Baca Juga :  Pemindahan RSUD Panyabungan, Saipullah : Tak Semudah Yang Dibayangkan

“Inilah yang kini dilakukan Presiden Prabowo. Pak Presiden ingin 2028 Indonesia terbebas dari utang. Jadi kita puasa dulu tiga tahun ini. Presiden tidak mau mengemis dengan menjual harga diri bangsa. Cita-cita bung Karno, bagaimana bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri.

“Kementerian Agama juga menjadi penyumbang efisiensi sebesar Rp12 triliun. Jadi ayo kita berhemat,” katanya.

Usai menghadiri rapat kerja, Romo didampingi Ahmad Qosbi dan jajarannya bertolak ke MAN 2 Model Medan untuk bertemu para siswa dan para orang tua siswa pasca keberhasilan Romo memperjuangkan ratusan pelajar di sana akhirnya ikut ujian Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) pada perguruan tinggi negeri yang sebelumnya gagal lantaran telat memasukkan data siswa. (bsk/Lubis)