MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Jalan lintas timur di Kecamatan Panyabungan yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah dinas Bupati Madina, kondisinya hancur, berlubang dan sangat membayarkan pengendara yang melewatinya.

Pemandangan memalukan ini tersaji di jantung ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Padahal jalan ini bukan jalan pinggiran. Ini adalah Jalan Kabupaten yang menjadi urat nadi ekonomi, menjadi lintasan utama truk-truk besar yang hendak ke Medan maupun sebaliknya.

Warga sekitar menyebut, sudah tak terhitung jumlah kendaraan yang celaka di titik ini. Apalagi penerangan di lokasi jalan yang berlubang minim.

“Setiap hari ada yang terjebak. Mobil pecah ban, velg bengkok. Lobangnya lumayan dalam, kalau hujan tergenang jadi tidak kelihatan, apalagi kalau malam hari,” jelas warga sekitar yang identitasnya minta tak di ekspos, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga :  Bupati Madina Minta Atlet Disabilitas Pertahankan Prestasi

Yang paling menyakitkan bagi warga adalah lokasinya. Hanya 2 km dari rumah dinas Bupati, pusat kekuasaan di Madina. Artinya, hampir setiap hari pejabat Pemkab Madina melintas di jalan ini.

Diketahui jalan lintas timur tepatnya di wilayah desa pidoli dolok ini adalah wajah pertama bagi sopir-sopir logistik dari luar daerah yang masuk ke Madina.

Warga mendesak Dinas PUPR Madina untuk tidak lagi tambal sulam. Kondisi jalan ini butuh pengaspalan ulang dan perbaikan drainase, bukan sekadar ditimbun sirtu.

Terkait ini Kadis PUPR Madina, Rahim Siregar ketika dikonfirmasi wartawan apakah untuk tahun 2026 ada dana perbaikan jalan atau pengaspalan untuk jalan Lintas timur Panyabungan di nomor contact 08131552****, hingga berita ini ditayangkan namun tidak mendapatkan jawaban. (Basid)