Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin Perkuat Pemahaman Fikih Thaharah bagi Masyarakat
MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin, Perumahan Cemara Madina, menggelar Kajian Islam Ba’da Maghrib dengan tema “Bersih Diri, Suci Hati: Memahami Thaharah dalam Kehidupan Sehari-hari (Bagian 2)”, Rabu (14/10/2026).
Kajian ini menghadirkan KH. Muhammad Nasir, Lc., M.Ag., sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya thaharah atau bersuci dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam kajian tersebut, thaharah menjadi pembahasan penting karena berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari, terutama salat.
Pemahaman tentang bersuci tidak hanya menyangkut tata cara berwudu, tetapi juga mencakup ketentuan menghilangkan hadas dan najis sesuai tuntunan syariat Islam.
Melalui kajian ini, jamaah diajak memperdalam pemahaman fikih thaharah agar dapat menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai tuntunan agama.
KH. Muhammad Nasir menyampaikan pentingnya memahami thaharah sebagai bagian mendasar dalam mempelajari ajaran Islam.
“Thaharah merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah. Oleh sebab itu, kita perlu memahami tata cara bersuci dengan baik, bukan hanya sebagai kebiasaan sehari-hari, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan terhadap ketentuan syariat Islam,” jelas KH Muhammad Nasir dalam khutbahnya.
Amatan wartawan, kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Para jamaah menyimak materi yang disampaikan serta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama bagi masyarakat untuk memperkuat pemahaman agama melalui kegiatan di masjid.
Salah seorang jamaah, H. Gading Nasution, memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kajian tersebut.
“Alhamdulillah, kajian ini sangat bermanfaat bagi kami. Materi tentang thaharah mengingatkan kembali betapa pentingnya memahami tata cara bersuci dengan benar, karena hal tersebut berkaitan langsung dengan ibadah yang kita lakukan setiap hari,”sebutnya.
Semoga lanjutnya, kajian seperti ini terus dilaksanakan agar masyarakat semakin bertambah ilmu dan semakin baik dalam mengamalkan ajaran Islam.
Tanggapan positif juga disampaikan oleh H. Yahya Hutabarat yang menilai kajian keagamaan di lingkungan perumahan memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menambah pengetahuan agama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Kami berharap kajian rutin di Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin terus berlanjut dengan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga jamaah semakin termotivasi untuk belajar dan mengamalkan ilmu agama,” ujarnya.
Kajian Islam Ba’da Maghrib ini menjadi salah satu upaya Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin dalam memperkuat kehidupan keagamaan warga Perumahan Cemara Madina dan sekitarnya.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berperan sebagai pusat pendidikan keislaman, silaturahmi, dan pembinaan masyarakat. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, diharapkan tumbuh lingkungan yang semakin religius, harmonis, dan memiliki semangat menuntut ilmu.
Melalui tema “Bersih Diri, Suci Hati”, jamaah diajak menjadikan pengetahuan tentang thaharah sebagai bekal untuk memperbaiki kualitas ibadah dan membiasakan hidup bersih sesuai ajaran Islam.
Kegiatan ini diharapkan terus menarik partisipasi warga bersama keluarga dan tetangga untuk menghadiri majelis ilmu.
Dengan semangat belajar dan mengamalkan ilmu, Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin diharapkan terus menjadi tempat tumbuhnya pemahaman agama, kebersamaan, dan akhlak mulia di tengah masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan