MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Tumpukan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin hari terlihat semakin menumpuk.

Kondisi tersebut menjadi sorotan masyarakat karena pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Madina mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung kegiatan kebersihan, pengangkutan, hingga pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Data yang diperoleh dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Selasa (15/09/2026). Sejumlah paket kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan dan pengelolaan TPA mencapai miliaran rupiah.

Diantaranya, angka untuk biaya upah tukang sapu, supir, upah kebersihan dan petugas TPA itu sendiri nyaris Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Gawat !! Mantan Pimpinan KPK Soroti Anggaran Stunting Madina

Selain itu, terdapat biaya untuk Pemeliharaan alat berat excavator senilai 500 juta dan belanja sewa alat berat untuk TPA kurang lebih nilainya 157 juta.

Informasi yang diperoleh dari salah satu warga diwilayah TPA mengaku, alat berat, dan alat sewaan itu diduga tidak bekerja, dan tidak digunakan untuk mengangkut sampah di jalan menuju TPA itu.

“Tata kelola sampah amburadul, dibuktikan dengan menumpuknya sampah hingga ke ruas jalan Bukit Kamuning – Barbaran. Pemda Madina terbukti gagal menata kelola sampah di TPA Batang Gadis,” tegas warga berinisial MI.

Sebelumnya, Kepala Dinas DLHK Birul Walidain, yang dikonfirmasi wartawan mengaku saat ini kondisi jalan menuju TPA Batang Gadis sangat sulit untuk dilalui karena kondisi jalan yang rusak parah sehingga armada pengangkut sampah sulit dan sangat berbahaya untuk melewati jalan itu.

Baca Juga :  Terima Pin Kehormatan Astha Brata, Bupati Madina Ajak IKAPTK Madina proaktif membangun Madina

“Itu akan kita angkut, Kondisi jalan ke dalam masih sangat sulit, mohon di kasih waktu” Ungkap Birul walidain. Senin 14/09/2026 kemarin. (*)