DATAPOST.ID MEDAN – Tradisi pelepasan jemaah haji di Embarkasi Medan selama ini selalu diwarnai dengan lantunan kalimat talbiyah yang disertai terjemahan maknanya.

Lantunan yang disampaikan dengan penuh kekhusyukan ini selalu berhasil menyentuh hati, membuat suasana menjadi haru dan penuh rasa kerinduan kepada Allah SWT, baik bagi jemaah, keluarga yang mengantar, petugas, maupun wartawan yang meliput.

Namun tahun ini, nuansa spiritual tersebut terasa berkurang. Menurut pengamatan H. Nuar Erde, wartawan yang telah meliput kegiatan haji lebih dari 20 tahun, hilangnya bagian terjemahan dari lantunan talbiyah membuat momen keberangkatan terasa kurang greget dan maknanya tidak sampai ke hati.

“Kalimat talbiyah yang dikumandangkan tanpa disertai terjemahan, banyak jemaah yang tidak memahami maksudnya. Serasa ada yang kosong, kurang lengkap, dan makna hakikat berhaji tidak terasa sepenuhnya,” ujarnya kepada media, Minggu (26/04/2026).

Baca Juga :  Tomsi Tohir: Kenaikan Insidentil Komoditas Tertentu Perlu Dicek untuk Cegah Inflasi

Menurut Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumut Utara ini, tradisi yang sudah berjalan baik itu justru menjadi momen sakral yang membangkitkan kesadaran spiritual seluruh peserta. Lantunan dan terjemahan yang disampaikan dengan irama yang menyentuh hati membuat setiap orang yang mendengar larut dalam suasana ibadah.

“Janganlah sering mengubah tradisi yang sudah terbukti bagus dan bermakna. Justru di situlah letak kekuatan dan nilai sakral perjalanan ibadah haji kita,” tegasnya.

H. Nuar pun berharap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Dr. Zulkifli Sitorus dan panitia pelaksana dapat mengembalikan tradisi tersebut pada keberangkatan-keberangkatan berikutnya.

“Kami harap tradisi ini dikembalikan. Ini bukan sekadar seremonial, tapi media untuk membangkitkan ruh ibadah sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Batubara Lepas Jamaah Haji Kloter 12: Doakan Kebahagiaan dan Kesejahteraan Masyarakat Batubara

Masukan ini diharapkan menjadi perhatian pihak pengelola ibadah haji, agar nilai-nilai spiritual dan kekhusyukan yang menjadi ciri khas pelepasan jemaah di Embarkasi Medan dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan. (Lubis)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News