Ringkasan Berita:

Total Personel: Polri mengerahkan 160 personel gabungan ke dua wilayah.
Papua Tengah: 148 personel berangkat 5 April 2026 menuju Nabire, respons atas tewasnya Bripda Juventus Edowai di Dogiyai.
Maluku Utara: 12 personel Divpropam telah diterjunkan untuk memulihkan situasi pasca konflik antardesa di Halmahera Tengah.
Latar Belakang: Konflik di Maluku Utara dipicu pembunuhan yang berujung kerusuhan, sedangkan di Papua terjadi penyerangan terhadap anggota Polri.
Pendekatan: Polri menggunakan pendekatan humanis namun tetap tegas menegakkan hukum.
Imbauan: Masyarakat diminta tidak terpancing isu hoaks dan menjaga keamanan bersama.

===================================

DATAPOST.ID JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah cepat dengan mengerahkan ratusan personel gabungan menuju Papua Tengah dan Maluku Utara. Pengerahan ini dilakukan sebagai respons atas dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjadi belakangan ini di kedua wilayah.

Baca Juga :  Nabil Arya Barata Lubis, Anak Wartawan Wakili Sumut Jadi PASKIBRAKA Nasional 2023

Pengecekan kesiapan pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolri di Mako Brimob, pada Sabtu (4/4/2026). Personel yang diterjunkan terdiri dari berbagai satuan kerja, termasuk Brimob, Itwasum, Bareskrim, Divpropam, dan BIK.

Untuk wilayah Papua Tengah, sebanyak 148 personel gabungan dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air menuju Nabire. Penguatan ini dilakukan menyusul terjadinya insiden penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya Bripda Juventus Edowai di Kabupaten Dogiyai.

Sementara itu, untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah lebih dulu diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Langkah ini diambil untuk memulihkan situasi pasca konflik antardesa di Kabupaten Halmahera Tengah yang dipicu oleh kasus pembunuhan, memicu kerusuhan, pembakaran rumah, fasilitas umum, hingga tempat ibadah.

Baca Juga :  Kajatisu Idianto Motivasi Jajaran Kejari Gunungsitoli Wujudkan WBK 2025

Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menjaga stabilitas keamanan.

“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan. Kami mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum tegas terhadap para pelaku kekerasan,” ujar Trunoyudo.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita bohong (hoaks). Hingga saat ini, proses penyelidikan terhadap kedua kasus tersebut masih berjalan untuk memastikan situasi kembali kondusif. (Red)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News