Dampak Ketimpangan Segala Sektor, Masyarakat Medan Utara Minta di Mekarkan dari Pemko Medan
DATAPOST.ID MEDAN — Masyarakat dan tokoh Pemuda dari wilayah Medan Utara, seperti dari Kecamatan Medan Marelan, Medan Deli, Medan Belawan dan Kecamatan Medan Labuhan mendesak Pemko Medan untuk memaksimalkan pembangunan meliputi seluruh sektor di daerah itu.
Namun, jika pemerintahan pimpinan Rico Waas tak mampu, mereka meminta dengan tegas Pemerintah Pusat segera menjadikan wilayah itu Daerah Otonom Baru (DOB) atau di mekarkan dari Pemko Medan.
Desakan ini disampaikan masyarakat dari berbagai kalangan dalam Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Sumut, H. Syarufudin Siba, SH., M.Hum, di Kafe Lumbung Kuliner, Jalan Marelan Raya Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (06/01/2025).
Bendahara Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deli (IPMD), H. Zulkifli Sunara, menyampaikan bahwa ketimpangan pembangunan segala sektor di wilayah Medan Utara bukan hal baru lagi, ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu hingga desakan pembentukan Daerah Otonom Baru atau Medan Utara di mekarkan dari Pemko Medan telah berlangsung sejak lama.
Terkini, Tokoh Masyarakat Kecamatan Medan Marelan ini mengungkapkan bahwa fenomena korban banjir di Medan Utara yang sebagaian besar tak mendapatkan dukungan dari Pemko Medan baik sandang, papan dan dampak kerugian lainnya menjadi cerita sehari-hari yang mengiris hati.
“Sejak banjir pada November 2025 hingga saat ini, banyak cerita miris atas tak adanya sentuhan bantuan Pemko Medan pada korban terdampak banjir di daerah kami (Medan Marelan,red). Yang banyak terjadi, warga bantu warga. Jadi kalaulah Pemko Medan tak mampu, maka harapan kami Pemerintah Pusat dapat mengatensi agar Medan Utara menjadi Daerah Otonom Baru agar bisa menjadi daerah yang berjibaku mensejahterakan masyarakatnya”, tegas mantan Ketua LPM Kecamatan Medan Marelan ini yang juga penerima Anugerah Bintang Tanda Jasa Pengabdian 20 Tahun IPMD ini.
Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris LPM Kecamatan Medan Marelan, Andi Emsa, mengindikasikan ketidakmampuan Pemerintah Kota Medan dalam memfasilitasi kesetaraan pembangunan di wilayah Medan Utara karena terlalu luasnya wilayah kerja Kota Medan yang terdiri dari 21 Kecamatan, mulai dari Medan Tuntungan melingkar ke Medan Johor lalu Medan Amplas hingga ke Medan Belawan yang jelas amat menyita energi SKPD di Pemko Medan.
“Untuk meringankan kerja Pemko Medan dan upaya meningkat maksimalisasi pelayanan masyarakat, pembangunan, pengentasan pengangguran serta aspek lainnya, saya mendesak Pemerintah Pusat membuat Daerah Otonom Baru di 4 Kecamatan di Utara Medan, dan kalau memungkinkan ditambah kecamatan yang ada di Kabupaten Deliserdang yang berbatas dengan daerah ini”, saran Andi Emsa.
Wisata Maritim
H. Syarifudin Siba, SH., M.Hum., dalam kesempatan itu mengapresiasi niat baik masyarakat yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat dan peningkatan pembangunan berbagai sektor.
Sebagai tokoh yang telah menasional dengan berbagai gagasan, Putra kelahiran Sungai Baru Hamparan Perak ini juga telah menyampaikan berbagai masukan kepada Pemko Medan dan Pemprov Sumatera Utara.
Dia mengaku, terbaru menggagas destinasi Wisata Maritim atau Wisata Bahari di pantai sepanjang Utara Medan hingga ke Timur Sumut, meliputi Percut Sei Tuan, Medan Belawan, Medan Marelan, Hamparan Perak, Karang Gading hingga daerah pesisir yang menjanjikan aspek gemilang.
Bahkan sosok pengusaha dan aktivis diberbagai kelompok masyarakat ini menyatakan telah mendirikan Badan Koordinasi Pembangunan Masyarakat Pantai Timur (Badko PMPT) Sumatera Utara dan telah menyelesaikan kajian lengkap dalam rencana di kawasan Pantai Timur seperti KSN Mebidang (Medan Binjai Deliserdang).
Hadir dalam kegiatan ini. Ketua Badan Kesejahteraan Masyarakat Adat Deli (BKMAD) Sumut, Datok Sofyan Helmi, Tokoh Masyarakat Medan Utara Ahmad Sunara SP, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumut Irfandi, Tokoh Pemuda Medan Belawan Hermanto Tarigan, Tokoh Pemuda Sumut OK Hatta dan Ketua MABMI Medan Marelan Jefri Ananta.
Dalam Silaturahmi itu disepakati, usulan dalam mengajukan Pemekaran Medan Utara akan dibahas detail dengan kajian akademisi secara lengkap dengan melibatkan semua pihak.
Penelurusan wartawan, 4 Kecamatan di Utara Medan, yakni Kecamatan Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan 2 Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, yakni Kecamatan Hamparan Perak dan Kecamatan Labuhan Deli berada jauh dari sentra pemerintah daerah tingkat 2 masing masing.
Terlihat perbedaan atau ketimpangan pembangunan di berbagai sektor dibanding dengan Kecamatan yang dekat dengan Ibukota Kota Medan dan Kabupaten daerah itu. Harapan masyarakat, semua langkah konkrit untuk mendorong kemajuan perekonomian masyarakat dan pembangunan infrastruktur serta sektor lain harus dilaksanakan pemerintah demi rakyatnya. (***)
Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan