DATAPOST.ID MEDAN – Rasa syukur mendalam menyelimuti sanubari para jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Medan asal Kabupaten Langkat yang akan diberangkatkan malam ini menuju tanah Suci, Madinah.

Namun, bagi sebagian dari mereka, penantian ini berlangsung sangat panjang, bahkan ada yang menunggu hingga 13 sampai 14 tahun lamanya.

Selama masa menunggu, pastinya perasaan harap-harap cemas kerap menghampiri. Pertanyaannya, apakah masih diberi umur panjang dan kesehatan yang cukup untuk mewujudkan panggilan suci ini?

“Bayangkan, saat ini ada lebih dari 5 juta umat Islam yang masih terdaftar dalam antrian keberangkatan haji. Oleh karena itu, sangat pantas kita ucapkan Alhamdulillah. Beragama kita rasanya baru sempurna ketika sudah bisa berhaji. Syahadat sudah, Shalat sudah, Puasa sudah, Zakat sudah, tapi melaksanakan rukun Islam kelima ini bukanlah hal yang mudah,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, saat melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj, Rabu (22/04/2026).

Baca Juga :  Di Hari Raya Idul Adha 1446 H, Cabjari Labuhan Deli Perkuat Solidaritas Sosial, Perkokoh Persaudaraan dan Ukhuwah

Menurutnya, perubahan sistem penyelenggaraan di bawah Kementerian Haji dan Umrah menjadi harapan baru. Kini ada kementerian khusus yang fokus menangani urusan ini, sehingga diharapkan kualitas layanan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bukti perbaikan sistem sudah terlihat jelas. Jika di masa lalu masih ada jemaah yang berangkat sementara visanya belum selesai, tahun ini seluruh dokumen sudah lengkap. Apalagi dengan penerapan sistem baru,

Kartu Nusuk sudah dibagikan dan diaktifkan sebelum keberangkatan. Artinya, begitu mendarat di Arab Saudi, tidak ada lagi masalah administrasi yang menghambat perjalanan ibadah.

“Ini membuktikan keseriusan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melayani umat Islam,” tegasnya.

Biaya Tambahan Haji Rp8 Juta Ditanggung Negara

Di tengah euforia keberangkatan, dunia sedang dihadapkan pada situasi yang tidak menentu. Gejolak politik, konflik bersenjata, hingga kenaikan harga barang dan jasa turut berdampak signifikan terhadap biaya penyelenggaraan haji.

Dari hasil kajian, terdapat kebutuhan tambahan biaya sebesar Rp8 juta per jemaah, sehingga total dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Kondisi ini sempat membuat resah para calon jemaah.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian Terhadap Pendidikan, Kejari Medan Laksanakan MoA Dengan UMSU

“Ketika kami tanya ke jemaah, mereka ternyata lebih takut kalau ongkos haji naik dibandingkan dengan ancaman perang. Itulah kekhawatiran utama mereka,” ungkapnya.

Merespons hal tersebut, Komisi VIII DPR bersama pemerintah memutuskan tegas: kenaikan biaya tersebut tidak boleh dibebankan kepada jemaah.

“Presiden Prabowo sudah memberikan keputusan yang tegas. Tambahan biaya ini tidak diambil dari uang pribadi jemaah, juga tidak mengganggu keuangan BPKH baik untuk yang berangkat maupun yang masih menunggu antrian. Negara yang akan menanggungnya, sumbernya bisa dari PNBP atau dana lainnya. Kami di Komisi VIII akan memastikan hal ini benar-benar terlaksana,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaah mendoakan agar situasi dunia segera kondusif dan damai, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan khusyuk.

Layanan Terjamin, Jemaah Boleh Sampaikan Keluhan

Selain masalah biaya, Komisi VIII DPR juga memastikan seluruh aspek layanan sudah sesuai kesepakatan, mulai dari transportasi, akomodasi hotel, hingga konsumsi, termasuk saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Baca Juga :  Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 15, Ketua PPIH Embarkasi Medan Sampaikan 3 Hak Utama Jemaah Haji

Kementerian Haji diyakini mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Namun demikian, jika di lapangan nanti ditemukan layanan yang tidak sesuai standar atau kesepakatan, jemaah diminta jangan ragu untuk menyampaikan keluhan.

“Kami siap menampung aspirasi dan keluhan Bapak Ibu semua. Khususnya bagi jemaah dari Sumatera Utara, Bapak Ansori Siregar yang merupakan wakil rakyat dari daerah ini akan menjadi penghubung utama untuk memperjuangkan hak-hak Bapak Ibu sekalian,” pungkasnya.

Dengan segala kemudahan dan perlindungan yang telah disiapkan pemerintah, diharapkan seluruh jemaah dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya. Semua harapan dan doa ditujukan agar perjalanan panjang yang dinanti-nantikan ini berbuah keberkahan dan pulang ke tanah air dengan gelar Haji Mabrur. (Lubis)

Ayo baca berita menarik lainnya dan follow kami di Google News