Perjalanan Spiritual di Baitullah, Ketika Jemaah Haji Menumpahkan Air Mata di Arafah
DATAPOST.ID MAKKAH — Meski langit Arafah menyengat hingga 45 derajat celcius, namun tak mengurangi semangat jutaan jemaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan puncak haji Wukuf di Arafah dengan khusuk dan penuh khitmat. Hal itu dilakukan jutaan jemaah untuk memohon ampunan, kasih sayang dan ridha Allah SWT.
Salah seorang jemaah haji, Khairunnida, menceritakan pengalaman spiritualnya saat melaksanakan fase Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina) pada Selasa, 10 Juni 2025.
“Saat melaksanakan rangkaian Armuzna harus memperbanyak sabar dan bersyukur, akhirnya bisa melalui tahap demi tahap rangkaian ibadah haji tersebut”, ungkap Khairunnida kepada Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Rabu (11/06/2025).
“Saat wukuf di Arafah saya sempat meneteskan air mata mengingat banyak kesalahan dan dosa, dan melihat jutaan manusia berdoa menengadah ke langit mengiba memohon ampunan dan ridha Allah SWT”, tambahnya.
Khairunnida yang berangkat bersama suami menunaikan rukun Islam kelima mengatakan, air matanya tak terbendung ketika berdoa di Arafah memohon ampun dan merenungi segala dosa yang telah dilakukan, dan teringat dengan keluarga serta orang-orang tersayang yang ditinggalkan dan tak lupa mendoakan mereka agar juga diampuni segala dosanya serta diberi kesempatan untuk mengunjungi Baitullah.
Ia mengungkapkan, setelah melaksanakan Wukuf di Arafah kemudian menuju Muzdalifah. Walaupun agak sedikit berebut dan berdesakan, ia sangat menikmati perjalanan spiritual tersebut. Perjalanan dilanjutkan dengan naik bus menuju Mina, kemudian melontar ke Jamarat.
“Pengalaman unik saat pulang melontar yang ketiga kali dari Jamarat ke tenda Mina, saya dan suami terpisah dari rombongan. Mungkin karena jalan saya lambat karena sudah kelelahan”, ujar Khairunnida yang merupakan ASN Bidang Haji Kanwil Kemenag Sumut itu.
Khairunnida kembali menceritakan, bahwa ia bertanya terus ketika bertemu polisi di tengah perjalanan kemana arah tenda Mina. Ia mengatakan bingung karena belum dapat juga tenda Mina, namun syukurnya karena pertama masuk tadi sempat memoto pintu masuk tenda Mina, akhirnya ketemu juga dan sampai di tenda Mina.
“Alhamdulillah akhirnya ketemu juga tenda Mina dan senang rasanya juga bisa bertemu kembali dengan suami, walaupun sempat bertanya terus kepada beberapa petugas polisi”, tuturnya.
Terkait pelayanan selama di tanah suci, Khairunnida mengaku sangat puas mulai dari hotel yang sangat bagus dan nyaman hingga konsumsinya yang seseuai selera Nusantara dan datang tepat waktu.
Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah haji yang dilalui merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Momen dimana kita merenungkan diri, bertaubat, dan memperbaiki diri di hadapan Allah SWT.
“Saya berharap setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji, akan menjadi insan yang lebih baik menjadi lebih sabar, lebih bertaqwa, lebih dekat dengan Allah SWT, dan tentunya meraih haji mabrurrah”, pungkasnya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Tinggalkan Balasan