MANDAILING NATAL II DATAPOST.ID – Adanya kegiatan penanaman benih diareal persawahan yang ada di Sihepeng raya Kecamatan Siabu dinilai tak menyentuh permasahan sebenarnya.

Demikian ditegaskan Ketua Indonesia Youth Epicentrum Mandailing Natal (IYE Madina, Farhan Donganta, Rabu (23/04/2025).

Farhan beranggapan adalah salah kaprah luar biasa jika Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi hanya bergerak melakukan penanaman benih saja di areal persawahan Sihepeng Raya.

Karena hal tersebut dinilai tak menyentuh permasalahan yang sebenarnya, bahkan tak dapat memberi solusi atas permasalahan yang sangat sering dialami oleh para petani di Sihepeng Raya.

”Permasalahan yang sangat sering dialami oleh petani di Sihepeng Raya adalah gagal panen yang disebabkan oleh tanggul yang jebol di Batang Angkola, mengingat Sihepeng Raya adalah lokasi yang berbatasan langsung dengan Tapanuli Selatan (Tapsel), tentu memiliki akses dan irisan tertentu dengan Kabupaten tetangga tersebut,”pungkasnya.

Baca Juga :  LPKAN RI Pertanyakan Hasil Pengumuman Seleksi PPPK Tahun 2023 Di Kabupaten Madina

Seharusnya lanjut Farhan, Wakil Bupati Madina bergerak dan memikirkan bagaimana mencari solusi atas permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Sihepeng Raya yang notabene mayoritas petani.

”seharusnya Wakil Bupati mencari solusi dan bagaimana berkomunikasi dengan BWS setempat terkait penyelesaian masalah tanggul di bendungan Batang Angkola,”tandas Farhan.

Kemudian Farhan pun menyatakan bahwa dirinya memang bukan ahli pertanian, tapi sebagai anak muda yang berasal dari Sihepeng Raya, dirinya merasa memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan hal ini.

Terlebih lagi, persoalan inti dari hal ini adalah gagal panen dan cara mengatasinya adalah bagaimana untuk memperbaiki tanggul di bendungan Batang Angkola.

“Dengan berat hati saya harus mengatakan kegiatan seremoni seperti yang baru saja dilakukan oleh Wakil Bupati Madina adalah hal yang sangat sia-sia dan dinilai tidak bermakna, karena tak menyentuh persoalan para petani khususnya di Sihepeng Raya umumnya di Madina,”tandas Farhan yang selama ini selalu bersuara lantang bila untuk kepentingan masyarakat ini.

Baca Juga :  DPRD Madina Rapat Paripurna Penetapan AKD Periode 2024 - 2029

Sekali lagi ulang Farhan, jika irigasi tak diperhatikan, lalu target ditetapkan dengan angka-angka yang cukup besar, maka target itu hanya akan menjadi utopia atau angan semata. Bagaimana caranya agar target yang ditetapkan dapat tercapai, perhatikan irigasi perbaiki tanggul dan resiko tentang gagal panen akan terminimalisir.

Akan tetapi selama hal itu tak diperhatikan maka seremoni akan menjadi sesuatu yang tak memiliki makna dan manfaat sama sekali.

“Mengingat perjuangan tokoh masyarakat Sihepeng Raya adalah mencari upaya agar masyarakat petani di Sihepeng Raya tidak lagi mengalami gagal panen seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya,”tutup Farhan.

Sebelumnya Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi bersama TNI/Polri, Forkopincam, Kepala BRMP Sumut, Dr Khadijah El Ramija, S. Pi, MP, Perwakilan Ditjenbun, Dwimas Suryanata Nugraha, SH, MH dan beberapa OPD Madina ketika mengikuti acara gerak tanam padi serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Rabu (23/04/2025).

Baca Juga :  Tokonya Dilelang Sepihak, Suaib Hasan Gugat BRI dan KPKNL Di PN Madina

Dan didalam sambutannya Atika menargetkan 7,2 ton perhektar dari posisi hari ini yang masih berkisaran 5 – 6,5 ton perhektar. (*)