PADANGSIDIMPUAN II DATAPOST.ID – Jalur jasa pengiriman logistik kini menjadi salah satu titik paling rawan dalam peredaran narkotika lintas provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar (BNNK Tapsel) rapat koordinasi intensif bersama pengurus Asperindo wilayah Tabagsel di Kantor BNN Kota Padang Sidempuan, Jumat (24/04/2026).

Pertemuan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan membahas langkah-langkah taktis dan kendala birokrasi dalam memutus rantai distribusi barang haram tersebut.

Kepala BNNK Tapanuli Selatan, Basten Simamora, SH, MH, memaparkan analisis mendalam mengenai pola penyelundupan.

Beliau mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, Sumatera Utara mencatatkan lebih dari 60 kasus paket narkoba, mulai dari ganja hingga likuid vape narkotik.

​”Kami mengamati adanya pola tertentu. Jalur bawah seperti Langkat sering menjadi pintu masuk sabu dan ekstasi, sementara jalur pegunungan seperti Kabanjahe didominasi oleh ganja. Kita harus waspada jika ada paket dari titik-titik ini dengan karakteristik pengirim yang mencurigakan, misalnya menggunakan alamat fiktif atau nomor kontak yang tiba-tiba tidak aktif saat akan diverifikasi,” jelas Basten Simamora.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Mobil, YD Oknum Polisi Sabhara Tapsel Dilaporkan

Dalam pertemuan tersebut, muncul usulan konkret untuk memperketat aturan pengiriman barang.

BNNK Tapsel menyarankan agar setiap perusahaan ekspedisi mulai mewajibkan pengambilan foto KTP bagi pengirim paket guna menjamin keterlacakan (traceability).

Ketua Tim Pencegahan BNNK Tapsel, Siti Syarifah Lubis, SKM, menekankan bahwa aspek pencegahan harus dimulai dari internal perusahaan.

Beliau mengusulkan pelaksanaan tes urine rutin menggunakan alat dengan 7 parameter yang mampu mendeteksi berbagai zat, mulai dari Metamfetamin hingga Carisoprodol.

​”Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang bersih. Program P4GN ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melindungi karyawan agar tidak dimanfaatkan oleh sindikat. Kita rencanakan sosialisasi yang dikemas secara edukatif, namun tetap memiliki dampak deteksi dini yang kuat bagi seluruh staf ekspedisi,” tutur Siti Syarifah Lubis.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023, Pemkab Madina Lakukan Gotong Royong

Julpan Tambunan, MT, selaku Ketua DPD ASPERINDO TASINTA (Tabagsel, Sibolga, Nias dan Tapteng), mengakui kesulitan yang dihadapi kurir di lapangan. Ia menyoroti tantangan dalam memeriksa paket yang sudah terbungkus rapat dan keterbatasan alat pemindai (X-ray) di tingkat daerah.

​”Sebagai penyedia jasa, kami seringkali berada dalam posisi sulit. Kami mendukung penuh usulan operasi pemeriksaan paket atau So-Op berdasarkan informasi intelijen. Dengan adanya kerja sama resmi ini, petugas kami memiliki payung hukum yang jelas jika harus melakukan pengecekan fisik pada paket yang mencurigakan tanpa melanggar hak konsumen,” kata Julpan Tambunan.

​Di sisi lain, Sekjen Asperindo, Arizki Nasution, SE, menyatakan kesiapannya untuk mengonsolidasikan data seluruh anggota asosiasi, termasuk JNE, J&T, SAP, Lion Parcel, dan Pos Indonesia, untuk mempermudah pemetaan titik rawan.

Baca Juga :  Ironis, Diduga Pemkab Langkat Abaikan Imbauan Presiden Prabowo untuk Hentikan Korupsi

​”Kami akan segera menyusun jadwal koordinasi rutin. Asperindo ingin memastikan bahwa setiap gerai ekspedisi di Sidempuan dan sekitarnya menjadi mitra aktif BNN. Kami juga meminta dukungan agar prosedur operasional standar (SOP) jika ditemukan barang mencurigakan dapat disosialisasikan secara merata kepada seluruh anggota kami,” tambah Arizki Nasution.

Pertemuan juga sempat diwarnai diskusi kritis mengenai pentingnya dukungan anggaran dan konsistensi dari pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.

BNNK Tapsel berharap pemeriksaan urin dan pengawasan logistik tidak hanya dilakukan secara formalitas pada saat arus mudik lebaran, melainkan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali demi keamanan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pertemuan ini, BNNK Tapsel dan Asperindo sepakat untuk segera merealisasikan rencana operasi bersama dan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk logistik di wilayah Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidempuan. (*)