PADANGSIDEMPUAN II DATAPOST.ID – Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Muscab IMM) adalah salah satu tolak ukur keaktifan sebuah cabang, dengan adanya muscab, regenerasi kepemimpinan ditingkat cabang akan semakin baik kedepannya dan menghasilkan  pemikiran baru.

Demikian disampaikan Ketua Umum PK IMM FEBI UIN SYAHADA Padangsidempuan, Asrul kepada sejumlah wartawan menanggapi muscab IMM Tapsel – PSP ke XXIII yang digelar selama dua hari tanggal 9 sd 10 September 2023 di Gedung Aisyiyah kampung marancar Padangsidimpuan.

Akan tetapi, Asrul sangat menyayangkan dan menilai bahwa Muscab IMM Tapsel – PSP sangat menyedihkan, karena terdapat kecacatan baik secara Pimpinan yang diduga memihak kepada salah satu kandidat, dan Panlih yang berupaya menyelamatkan salah satu kandidat.

Baca Juga :  Pembelian Videotron Tak Ditampung Dalam APBDes, Inspektorat Asahan: Kades Berhak Menolak dan Mengembalikan.

“Dari kejanggalan tersebut kami dari PK IMM FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan Sumatera Utara (Sumut) membuat pernyataan sikap kepada Pimpinan Cabang sebanyak 2 Kali, karena pernyataan sikap yang pertama kita keluarkan itu sungguh miris karena hasil keputusannya dari Panlih itu tidak memberikan solusi, akan tetapi membuat pembodohan dalam administrasi.”ungkapnya

Kemudian Asrul juga menegaskan bahwa kami dari Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah diatas menganggap bahwa Muscab IMM Tapsel – PSP ke XXIII ini diduga  ilegal.

Karena lanjutnya, tidak dihadiri oleh Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumut dan bahkan menyayangkan Panitia Pemilihan (Panlih) yang tidak sedang berdomisili di Tapsel – PSP.

Baca Juga :  Mahkamah Agung RI, Tolak Kasasi Aswari Saragih Bin Anwar Saragih

Kemudian tambahnya, kami dari komisariat PK IMM FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan Sumut, melakukan aksi unjuk rasa di arena muscab untuk menyuarakan aspirasi kami, akan tetapi kami diusir oleh panitia.”tutupnya kecewa. (Red)