DATAPOST.ID MEDAN — Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jafar Sahbudin Ritonga bersama Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, H. Ahmad Qosbi Nasution, S.Ag., MM melepas keberangkatan 360 jemaah calon haji Kloter 20 asal Kabupaten Tapsel dan Kota Medan di Aula 1 Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Minggu (25/05/2025).

Turut hadir dalam acara pelepasan jemaah calon haji Kloter 20, diantaranya Kakan Kemenag Medan Impun Siregar, Kakan Kemenag Tapsel Masir Rambe, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Hasrul Azwar, Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Muhammad Yunus dan Pejabat Pemkab Tapsel, serta para undangan lainnya.

Kakan Kemenag Medan, Impun Siregar memberikan surat surat kepercayaan kepada petugaa haji kloter 20

Diketahui, jemaah calon haji asal Provinsi Sumatera Utara (Embarkasi Medan) yang terbagi dalam 24 Kloter, terdiri dari 33 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara berjumlah 8.328 jemaah.

Dari 8.328 orang jemaah calon haji itu, terdapat 2.635 jemaah calon haji asal Kota Medan yang terbagi dalam 16 Kloter. Artinya, jemaah calon haji asal Kota Medan terbanyak dibandingkan dengan jemaah calon haji asal Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara.

Jemaah Calon Haji Kloter 20 Embarkasi Medan mendengarkan arahan dan nasehat dari Wakil Bupati Tapsel, Jafar Sahbudin Ritonga

Meski Kota Medan tercatat sebagai daerah pengirim terbanyak memberangkatkan jemaah calon haji ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Ironisnya, hingga pemberangkatan jemaah calon haji Kloter 20, Walikota Medan Rico Waas maupun Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap tidak pernah ikut melepas keberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Medan, terkhusus jemaah calon haji asal Kota Medan.

Baca Juga :  Martogi, Seorang Katolik Menjadi Potret Moderasi Beragama di MIN 9 Langkat

Padahal, dari 24 Kloter di Embarkasi Medan, jemaah calon haji asal Kota Medan terbagi dalam 16 Kloter. Artinya, dari 24 Kloter itu hampir seluruhnya terdapat jemaah calon haji asal Kota Medan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media datapost.id dari Kantor Kementerian Agama Kota Medan, bahwa surat permohonan untuk melepas jamaah haji asal Kota Medan yang ditujukan kepada Walikota Medan Rico Waas sudah di layangkan, tetapi belum ada jawaban apakah Walikota Medan Rico Waas bisa melepas jamaah haji asal Kota Medan.

Setiap keberangkatan jemaah calon haji asal Kota Medan hanya dihadiri Kepala Badan Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Abdul Kosim yang selalu setia dan terlihat mewakili pejabat tertinggi di Pemerintah Kota Medan.

Ketidak hadiran Walikota Medan maupun Wakil Walikota Medan menuai tanda tanya bagi kalangan wartawan yang setia meliput pagi, siang dan malam kegiatan penerimaan hingga pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Medan yang bertugas di Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan

“Baru kejadian tahun ini, Walikota maupun Wakil Walikota Medan tidak turut melepas keberangkatan jamaah calon haji asal Kota Medan menuju tanah suci tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, hanya di wakili pejabat setingkat Kabag Kesra”, kata Amirsyam, Sekretaris Forum Media Haji (Formaji) Sumatera Utara.

Baca Juga :  Masyarakat Kecewa, Satpol PP Ingkar Janji Bongkar Tembok Sekolah Maitreyawira Kisaran Tutupi Akses Jalan

Sementara, lanjutnya, Kepala Daerah lain di Sumatera Utara yang warganya berangkat menunaikan ibadah haji, Walikota/Wakil Walikota maupun Bupati/Wakil Bupati, ikut menghadiri pelepasan keberangkatan masyarakatnya yang menjadi jemaah calon haji, padahal daerahnya jauh jauh hingga 12 jam sampai ke Asrama Haji Medan.

“Lha, ini Walikota Medan yang punya wilayah Asrama Haji Medan, tidak pernah menghadiri pelepasan keberangkatan masyarakatnya (jemaah calon haji). Aneh betul ni Walikota Medan. Apa mungkin Walikota Medan alergi dengan Tamu Allah”, pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara H. Nuar Erde, bahkan secara tegas dikatakan, Walikota Medan Rico Waas seakan tidak peduli dengan jamaah haji asal Kota Medan dan hanya terlihat saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang langsung ke Asrama Haji Medan untuk melihat fasilitas dan layanan Panitia Haji Embarkasi Medan terhadap jamaah haji.

“Heran juga kita lihat Rico Waas ini, kok bisa dia tidak bisa meluangkan waktunya untuk melepas jamaah haji asal Kota Medan yang merupakan rombongan jamaah haji terbanyak se Sumatera Utara. Super sibuk mungkin, lihatlah sudah 3 bulan (100 hari) sejak dia dilantik, belum ada capaian kinerja yang diharapkan masyarakat Kota Medan. Lihat apa yang dilakukan Wakil Presiden Gibran, meski tidak terjadwal kunjungan ke asrama haji, dia sempatkan datang untuk melihat dan menyapa jamaah haji yang akan berangkat, artinya sekelas Wakil Presiden saja peduli, lha ini Walikota?”, tanya Nuar Erde bingung.

Baca Juga :  Pasutri Penjual Sembako Asal Sibolga Penuhi Panggilan Ilahi ke Baitullah

Hingga Kloter 20 ini, belum ada informasi yang jelas, hal yang menyebabkan Walikota Rico Waas tidak datang ke Asrama Haji Medan untuk melepas keberangkatan jamaah haji asal Kota Medan.

Untuk diketahui, adapun pejabat yang pernah menghadiri hingga melepas keberangkatan jemaah calon haji di Embarkasi Medan, diantaranya Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. KH. Romo Muhammad Raden Syafi’i, SH., M.Hum, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang beserta anggota Komisi VIII DPR RI, Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya, B.Sc, Wakil Ketua Badan Pengelola Haji Dahnil Azhar Simanjuntak, Plt Sekda Pemprov Sumut Effendi Pohan, Bupati Mandailing Natal Saifullah, Walikota Padangsidimpuan Dr Letnan Dalimunthe, Wakil Bupati Asahan Rianto, dan Kepala Daerah lainnya di Sumatera Utara, kecuali Walikota Medan. (Lubis)