Ringkasan Berita:

• Dekan FUSI UIN SU Dr. Maraimbang Daulay hadiri & dukung MAPABA PMII Rayon FUSI, 3/10/2026.

• Tekankan: MAPABA bukan sekadar cari anggota, melainkan bentuk kader berintegritas & berkomitmen.

• Dorong inovasi digitalisasi pendaftaran & pendataan agar efektif, relevan zaman, tanpa kurangi substansi.

• Keberhasilan diukur dari kualitas proses, bukan jumlah peserta.

• Hadir jajaran pengurus & senior PMII FUSI.



DATAPOST.ID | MEDAN — Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara, Dr. Maraimbang Daulay, M.A., memberikan arahan dan dukungan penuh pada pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon FUSI UIN SU. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Haji Anif, Kampus I UIN SU, Jalan Sutomo, Medan, pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Maraimbang Daulay menegaskan bahwa kegiatan organisasi kemahasiswaan bukan sekadar ajang pertemuan rutin, melainkan momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas diri, membangun gagasan, serta mengarahkan pembinaan mahasiswa ke arah yang positif.

Baca Juga :  Rehab SMP Negeri di Medan akan Dilaporkan ke Kejatisu, LP3 Dugai Penyimpangan; BPMP Sumut Akui Tak Tahu Rincian Anggaran

“MAPABA bukan sekadar kegiatan rutin perekrutan anggota. Lebih dari itu, MAPABA merupakan bagian penting dari proses pengenalan organisasi sekaligus pembentukan karakter dan kader mahasiswa. Kegiatan kaderisasi seperti ini memiliki nilai strategis karena menjadi ruang untuk membangun komitmen, integritas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap organisasi dan lingkungan sosial,” ujar Dekan FUSI.

Hadir dalam acara tersebut para senior PMII FUSI, antara lain Dr. Elly Warnisyah Hrp, Mhd Rizki Kurniawan, M.Ag., Khairul Huda, M.Sos., jajaran pengurus Rayon FUSI yang diketuai Mhd Rizki H. Hasibuan, Sekretaris, Bendahara, Ketua KOPRI Rayon FUSI Jessica Febiola, serta panitia dan peserta MAPABA.

Dekan menyampaikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. “Insyaallah, saya akan membantu dan mendukung agar kegiatan ini terlaksana baik dan berdampak positif bagi pengembangan keilmuan di kampus maupun di masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Satpol PP Go To School di SMP Negeri 5 Medan. Ini Pesan Walikota Rico Waas

Meski mendukung, Dekan FUSI juga memberikan masukan agar pelaksanaan MAPABA ke depan menghadirkan warna baru dalam tradisi kaderisasi. Inovasi, katanya, diperlukan agar substansi kaderisasi tetap terjaga namun metodenya relevan dengan karakter dan kebutuhan mahasiswa masa kini.

Salah satu gagasan yang ditekankan adalah pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan kegiatan. Mulai dari pendaftaran, pendataan peserta, penyusunan materi, publikasi, hingga dokumentasi dapat dikelola secara daring agar lebih efektif dan efisien.

“Ke depan, sebisa mungkin kegiatan kaderisasi di Rayon FUSI memberikan warna baru dibandingkan rayon lainnya. Misalnya, pendaftarannya sudah terdigitalisasi, pelaksanaannya juga lebih variatif. Inovasi ini tidak menghilangkan substansi, justru menjaga agar tetap relevan tanpa mengubah nilai dasar organisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenagsu Gaungkan Deklarasi Pesantren Ramah Anak: Bebas Kekerasan dan Bullying

Prinsip utama organisasi saat ini, lanjut Dekan, adalah komitmen dan integritas. Kualitas kaderisasi tidak diukur dari jumlah peserta semata, melainkan dari kedalaman proses pembentukan pemahaman, kesadaran, dan tanggung jawab yang dibangun setelah kegiatan selesai.

“Dalam konteks FUSI, inovasi kaderisasi juga harus mencerminkan budaya akademik — berpikir kritis, kreatif, rasional, sistematis, dan adaptif. Selaras dengan AD/ART PMII, setiap pembaruan metode dapat didiskusikan dan dikembangkan bersama,” tambahnya.

MAPABA, dalam pandangan ini, adalah pintu awal perkenalan nilai: tradisi intelektual, tanggung jawab sosial, dan budaya organisasi yang akan dijunjung kader PMII ke depannya. (AS)

Dapatkan berita-berita terbaru dan menarik lainnya dengan mengikuti kami di Google News