DATAPOST.ID MEDAN — Jemaah calon Haji (Calhaj) harus selalu menjaga serta memelihara persatuan dan kesatuan, harus kompak dan saling mengingatkan selama di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, H. Ahmad Qosby Nasution, S.Ag., MM saat melepas keberangkatan jemaah calon haji Kloter 3 di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (04/05/2025) malam.

“Kloter 3 ini merupakan gabungan jemaah haji dari 11 Kabupaten/Kota, oleh karenanya jemaah haji jangan terlalu menonjolkan identitas daerah, namun harus bersatu membawa nama baik Provinsi Sumatera Utara”, ujarnya.

Hadir dalam pelepasan jemaah calon Haji kloter 3, Ketua DPRD Sumatera Utara Erni Arianti SH, M.Kn, Ketua PPIH Embarkasi Medan H. Ahmad Qosby Nasution, S.Ag, MM, Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus yang juga sebagai jemaah haji regular bersama istri, Wakil Bupati Labura Syamsul Tanjung, Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Drs.H. Muhamamd Yunus, MA, Kabid PHU Kanwil Kemenagsu Dr.H. Zulkifli Sitorus, MA serta undangan lainnya.

Ketua PPIH Embarkasi Medan yang juga Kakanwil Kemenagsu kembali mengingatkan jemaah haji agar selalu saling membantu dan bekerjasama. “Tidak hanya fokus menjalankan ibadah haji, tetapi juga harus memperhatikan hubungan dengan sesama manusia”, kata Ahmad Qosby.

Baca Juga :  Membuat Onar dan Kerusuhan di Serambakon, SATGAS GABUNGAN Tembak Mati 5 KSTP Papua di Pegunungan Bintang

Kepada petugas Haji, sambungnya, agar tetap memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji. Niatkan dalam hati untuk memberikan layanan tulus dan iklas kepada Tamu Allah.

“Petugas dan jemaah haji harus bekerjasama, berkolaborasi sert menjalin komunikasi yang baik”, pintanya.

Ahmad Qosby menambahkan, saat di tanah suci jemaah haji harus fokus melaksanakan ibadah, perbanyak zikir dan memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan agar selamat dunia dan akhirat.

“Selamat jalan Dhuyufurrahman, semoga selalu diberi kesehatan dan kembali ke tanah air memperoleh haji mabrur mabrurroh”, pungkasnya.

Jemaah calon Haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 ini berasal dari Kabupaten Labuhan Batu, Kota Medan, Deli Serdang, Labuhan Batu Utara, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Asahan, Binjai, Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Padang Lawas serta petugas haji.

Baca Juga :  Aksi Damai, AKTA Minta kasus 231,8 milyar di vonis berat

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun media datapost.id, ada 360 jemaah calon Haji yang tergabung dalam Kloter 3, namun yang diberangkatkan ke Tanah Suci hanya 353 jemaah haji. Penyebabnya, 3 jemaah ditunda keberangkatan karena sakit dan tidak laik terbang, dan 4 jemaah mutasi antar provinsi (open seat).

Adapun jumlah jemaah calon Haji dari masing-masing Kabupaten/Kota dan petugas Haji;
* Kabupaten Labuhan Batu 181 jemaah terdiri dari 81 orang jemaah pria dan 100 orang jemaah wanita.
* Kota Medan 55 jemaah terdiri dari 24 orang jemaah pria dan 31 orang jemaah wanita
* Kabupaten Deli Serdang 79 jemaah terdiri dari 31 orang jemaah pria dan 48 orang jemaah wanita
* Kabupaten Labuhan Batu Utara 11 jemaah terdiri dari 6 orang jemaah pria dan 5 jemaah wanita
* Kabupaten Toba Samosir 7 jemaah terdiri dari 4 orang jemaah pria dan 3 jemaah wanita
* Kabupaten Tapanuli Utara 4 jemaah terdiri 2 orang jemaah pria dan 2 orang jemaah wanita
* Kabupaten Pakpak Bharat 3 orang jemaah pria.
* Kabupaten Asahan 3 jemaah terdiri dari 1 orang jemaah pria dan 2 orang jemaah wanita
* Kota Binjai hanya 1 orang jamaah pria
* Kota Padangsidimpuan 2 jemaah terdiri dari 1 orang jemaah pria dan 1 orang jemaah wanita
* Kabupaten Padang Lawas hanya 1 orang jemaah pria
* PHD Kota Medan 1 orang (pria)
* PHD Kabupaten Labuhan Batu Utara 2 orang (pria)
* TPHI 1 orang (pria)
* TPIHI 1 orang (pria)
* TKH 2 orang (wanita)

Baca Juga :  Perkuat Persiapan Menghadapi Pemilu 2024, Polda Sumut Gelar Rapat Koordinasi

Dalam kloter ini terdapat mutasi antar provinsi (open seat) 4 kursi dengan manifest 357, 358, 359, 360.

Dan 3 jemaah calon Haji tunda keberangkatan ;
* Nur Zannah Hasibuan (78) nomor manifest 106 asal Labuhan Batu Utara karena sakit.
* Siti Jaleha nomor manifest 279, tunda berangkat karena tidak laik terbang (masa vaksinasi belum 10 hari)
* Nerlan Janagori Ritonga nomor manifest 280, tunda berangkat karena tidak laik terbang (masa vaksinasi belum 10 hari)

Untuk jemaah termuda atas nama Juanda Pradanabin Purwanto (18) dengan nomor manifest 318. Dan untuk jemaah tertua atas nama Karmin Kasan Rajibin Kasan Raji (87) manifest 262. (Lubis)